
Self-love atau mencintai diri sendiri bukan berarti egois, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Banyak orang masih salah memahami konsep ini, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain.
Self-love dimulai dari menerima diri apa adanya, termasuk kelebihan dan kekurangan. Ketika seseorang mampu menerima dirinya, ia akan lebih mudah membangun rasa percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh penilaian negatif dari orang lain.
Salah satu bentuk self-love adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan diri dan tuntutan lingkungan. Misalnya, memberi waktu untuk istirahat, mengatakan “tidak” ketika merasa tidak sanggup, serta melakukan aktivitas yang membuat diri merasa bahagia.
Dengan menerapkan self-love, individu dapat membangun hubungan yang lebih sehat, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Self-love bukan tujuan akhir, melainkan proses yang terus berkembang seiring waktu
